
[Heri (14), seorang anak jalanan, tengah menghisap rokok di Stasiun Kereta Api Manggarai, Jakarta Timur, Jumat (30/5). Prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun mencapai 26,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia, 234 juta jiwa.]
KOMPAS.com — Awal Januari ini, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie di Jakarta mengatakan, tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan yayasan sosial yang dikelola masyarakat dan perguruan tinggi. Luar biasa! Mungkinkah? Selengkapnya pada Luar Biasa! Indonesia Bebas Anak Jalanan 2011?
Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan. Selengkapnya pada Upaya Penanggulangan Anak Terlantar, Gelandangan dan Pengemis
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Selengkapnya pada Jadilah Seperti Kopi

Foto No :
1. Ramah Tamah dengan Pengajar, bak menemukan perhatian & kasih sayang yang hilang
2. Senyumnya tak seindah realitas kehidupanya
3. & 5. Suasana rumah mereka, disanalah ia berteduh dari panas & hujan
4. & 6 Semangatnya untuk terus belajar membuat mereka nyaman dengan hadirnya Yayasan
“Huek, huek… huuk!” Akhirnya muntah juga. Perutku seperti diaduk-aduk. Bau busuk rasanya tak hilang-hilang dari hidungku.
“Masya Allah, telurnya busuk. Nggak jadi deh orak-arik kangkungnya!” Aku bergumam kesal. Segera aku mengangkat wajan dan membawanya keluar. Mantan orak-arik kangkungku kubuang perlahan di tempat sampah. “Tapi ganti sayur apa?” tanyaku dalam hati. Tak lama aku mendapat ide. Selengkapnya pada Menengok Tanah Impian
Recent Comments