<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Anak Teladan</title>
	<atom:link href="http://www.anakteladan.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.anakteladan.org</link>
	<description>Dengan Keteladanan Maju Bersama Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Aug 2010 01:20:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Santunan Ramadhan 1431 H</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=124</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=124#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 06:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0900.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-116" title="IMG_0900" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0900-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0871.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-123" title="IMG_0871" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0871-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0889.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-121" title="IMG_0889" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0889-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0896.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-120" title="IMG_0896" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0896.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0901.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-119" title="IMG_0901" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0901-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0860.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="IMG_0860" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/IMG_0860-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=124</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luar Biasa! Indonesia Bebas Anak Jalanan 2011?</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=73</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=73#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 05:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[[Heri (14), seorang anak jalanan, tengah menghisap rokok di Stasiun Kereta Api Manggarai, Jakarta Timur, Jumat (30/5). Prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun mencapai 26,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia, 234 juta jiwa.] KOMPAS.com — Awal Januari ini, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie di Jakarta mengatakan, tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang <a href="http://www.anakteladan.org/?p=73"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/01/anak1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-88" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="anak1" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/01/anak1-300x137.jpg" alt="" width="300" height="137" /></a>[Heri (14), seorang anak jalanan, tengah menghisap rokok di Stasiun Kereta Api Manggarai, Jakarta Timur, Jumat (30/5). Prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun mencapai 26,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia, 234 juta jiwa.]<span id="more-73"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KOMPAS.com</strong> — Awal Januari ini, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie di Jakarta mengatakan, tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian  Sosial akan bekerja sama dengan yayasan sosial yang dikelola masyarakat dan perguruan tinggi. Luar biasa! Mungkinkah?</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah pengelola rumah singgah, pegiat anak-anak jalanan, dan wakil rakyat DKI Wanda Hamidah pesimistis. Sebab, persoalan anak jalanan adalah cermin kemiskinan dan bukan sebatas persoalan teknis dan dana. Faktanya, ketiga-tiganya bermasalah di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Forum Komunikasi Rumah Singgah DKI Jakarta Agusman menyebutkan, 90 persen anak jalanan bersumber pada kemiskinan, sedangkan sisanya karena sebab lain, seperti keretakan rumah tangga atau kenakalan remaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak DKI Jakarta Sunarto membenarkan meski dengan angka persentase lebih kecil. ”Sekitar 70 persen anak jalanan disebabkan kemiskinan,” ujarnya, Minggu (24/1/2010).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dia, setiap tahun jumlah anak jalanan di Jakarta bertambah 20-40 persen. ”Tergantung dari keadaan ekonomi. Kalau musim PHK, bisa naik sampai 40 persen. Kalau ekonomi stabil, tumbuh 20 persen per tahun,” paparnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun lalu jumlah anak jalanan ada 12.100 orang, sedangkan tahun 2008 hanya 8.000 orang. ”Dari jumlah tersebut, hanya separuhnya yang tertampung di 35 rumah singgah,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana cara menihilkan anak jalanan kalau kemiskinan justru berkembang? &#8220;Anak jalanan itu kan cuma ikutan atau dampak dari kemiskinan,” tutur Wanda saat dihubungi secara terpisah kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hotel pordeo</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait curiga, jangan-jangan pemerintah hendak menihilkan anak jalanan dengan upaya paksa. ”Menggaruk mereka dari jalanan, melemparnya ke panti asuhan seperti melempar para terpidana ke hotel prodeo,” ucapnya saat dihubungi secara terpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia berpendapat, sampai sekarang pemerintah masih melihat anak jalanan sebagai sesuatu yang merusak keindahan kota sehingga harus disingkirkan dari pandangan. ”Bukan dipandang sebagai korban kemiskinan yang harus dibantu dan dientaskan,” ucap Arist.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengamen jalanan yang mangkal di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur,  Anggi Setiawan (17) dan Ilham Maulana (14), berpendapat, panti-panti apa pun namanya memang tidak lebih dari penjara. Ketakutan anak-anak jalanan adalah ketika mereka berhasil ditangkap dan dibawa ke Panti Kedoya di Jakarta Barat atau Cipayung di Jakarta Timur. &#8220;Di sana penghuni baru akan menjadi budak, bahkan dipukuli penghuni lama,” kata Anggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, anak-anak jalanan lebih suka menghilang saat ada razia. Impian paling buruk adalah saat anak jalanan harus menghuni rumah tahanan di Tangerang. ”Kawan-kawan yang pernah menghuni rumah tahanan di Tangerang banyak cerita tentang penyiksaan yang dilakukan sesama tahanan di sana,” ujar Anggi. Karena itu, ”Yang terpikir pertama saat ada razia adalah lari!” kata Ilham.</p>
<p style="text-align: justify;">Arist menduga, minimnya pendapatan yang diterima para pengelola panti membuat mereka melakukan pembiaran dan malas memberikan perhatian. Jumlah dana bantuan dari pemerintah yang diterima para pengelola rumah singgah swasta lebih minim lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">”Dari 35 rumah singgah di Jakarta, sekarang hanya 10 rumah singgah yang mendapat bantuan. Bantuannya pun masing-masing cuma Rp 5 juta setahun. Padahal, tahun 1998-2002 pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 80 juta setahun kepada setiap rumah singgah,” ungkap Agusman. Kini, ”Nyaris 100 persen kami mencari dana sendiri. Sisanya dari pemerintah,” ujar pengelola rumah singgah Bala Renik di Cakung, Jakarta Timur, itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih percaya bahwa tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan? ”Mimpi kali yeeeee&#8230;,” kata Wanda sambil tertawa lepas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=73</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upaya Penanggulangan Anak Terlantar, Gelandangan dan Pengemis</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=70</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=70#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun masalah kemiskinan sampai saat <a href="http://www.anakteladan.org/?p=70"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/2010.01.13.anakgelandangan.jpg"><img class="size-medium wp-image-90 aligncenter" title="2010.01.13.anakgelandangan" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/2010.01.13.anakgelandangan-297x300.jpg" alt="" width="297" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. <span id="more-70"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu dicermati lebih lanjut, terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal. Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal. Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak terlantar identik dengan kemiskinan sehingga bertambahnya populasi mereka dapat menjadi indikator bertambahnya keluarga miskin. Kemiskinan memunculkan gelandangan dan pengemis (gepeng), mereka menjadikan tempat apapun sebagai arena hidup termasuk pasar, kolong jembatan, trotoar ataupun ruang terbuka yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Penanganan anak, seperti anak terlantar  sering  dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak  bertanggungjawab. Sementara anak jalanan berhak untuk  hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Maka pada Rabu, 13 Januari 2010  Puspiptek bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Terlantar, Gelandangan dan Pengemis (KPAG) Kota Tangerang Selatan mengadakan seminar nasional “Upaya Penanggulangan Anak Terlantar, Gelandangan dan Pengemis dalam Perspektif Pemerintah Pusat dan Penyelenggaraan Otonomi Daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembicara pada acara tersebut adalah Rini Handayani dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan topik Kebijakan kesejahteraan dan perlindungan anak dalam penanggulangan anak terlantar gelandangan dan pengemis, Listya Windyarti dari Dinas  Sosial Tangerang Selatan dengan topik Penanggulangan  Anak Jalanan dan Gepeng, dan selaku moderator pada acara tersebut Ali Syahbana, Ketua I KPAG Tangerang Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh Asisten Deputi Penyandang Cacat dan Lansia Menko Kesra, Kepala Bidang Advokasi Fasilitasi Masalah Sosial Anak, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Asisten Daerah (ASDA III) Propinsi Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan serta Kepala Bidang Kerjasama dan Pemasaran Puspiptek. (puspiptek/humasristek)<br />
Sumber : ristek.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=70</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan CSR</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=67</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=67#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Bersama teman2 bagian Revenue Assurance &#38; Controling Indosat dlm acara CSR – Penyerahan bantuan Rak buku beserta seperangkat alat sekolah (05 Nov 2009)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bersama teman2 bagian Revenue Assurance &amp; Controling Indosat dlm acara CSR – Penyerahan bantuan Rak buku beserta seperangkat alat sekolah (05 Nov 2009)</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2009/11/acara1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-96" title="acara1" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2009/11/acara1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/acara2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-92" title="acara2" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/acara2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/acara3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-93" title="acara3" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/acara3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=67</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Seperti Kopi</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=60</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=60#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. <a href="http://www.anakteladan.org/?p=60"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/kopi1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-100" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="kopi1" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/kopi1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. <span id="more-60"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata.</p>
<p style="text-align: justify;">Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.<br />
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.</p>
<p style="text-align: justify;">Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.<br />
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. “Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?</p>
<p style="text-align: justify;">Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.</p>
<p style="text-align: justify;">oOo</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan sebenarnya sekolah kearifan.Persis dengan sekolah yang sebenarnya, ia juga menyimpan banyak PR (pekerjaan rumah). Setiap kali sebuah PR selesai pasti disusul dengan PR yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika persoalan, tantangan atau godaan itu datang, itu berarti masa ulangan umum (ujian) menjelang kenaikan kelas atau kelulusan akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa seringnya kita kehilangan kesempatan untuk naik kelas dalam kehidupan, dan betapa banyaknya PR yang kita tinggalkan.Karena kita tidak suka menghadapai masalah bahkan lari darinya</p>
<p style="text-align: justify;">Yang terpenting sebenarnya bukan berapa banyak kita jatuh. Tapi seberapa banyak kita bangun. Karena keberhasilan ditentukan oleh seberapa banyak kita bangun, bukan seberapa banyak kita jatuh!</p>
<p style="text-align: justify;">oOo</p>
<p style="text-align: justify;">وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 155-157)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=60</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan CSR</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=53</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=53#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Bersama teman2 bagian Wholesale Indosat dlm acara CSR – Workshop sosialisasi bahaya merokok &#38; tips praktis menghafal asma’ul husna (16 Okt 2009)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bersama teman2 bagian Wholesale Indosat dlm acara CSR – Workshop sosialisasi bahaya merokok &amp; tips praktis menghafal asma’ul husna (16 Okt 2009)<span id="more-53"></span><br />
<img class="aligncenter" title="di aula" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0369.jpg?w=500" alt="" width="500" height="375" /><!--more--></p>
<p><img class="aligncenter" title="di aula" src="http://yanatel.files.wordpress.com/2009/10/img_0364.jpg?w=500" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-54" title="Di Ruang Belajar" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2009/10/IMG_45211.JPG" alt="Di Ruang Belajar" width="500" height="375" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="Di Ruang Aula" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2009/10/IMG_4573.JPG" alt="Di Ruang Aula" width="500" height="375" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=53</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Youth Uniapro – Mei 2006</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=46</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=46#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/kunjungan-youth-uniapro-mei-2006.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-112" title="kunjungan-youth-uniapro-mei-2006" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/kunjungan-youth-uniapro-mei-2006.jpg" alt="" width="500" height="400" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=46</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Di Mushollah</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=43</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=43#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-102" title="mushola1" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-103" title="mushola2" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola2.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-104" title="mushola3" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-105" title="mushola4" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/mushola4.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=43</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demo Zakat Bersama PKPU</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=41</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=41#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2188/2197465480_aef701af28.jpg?v=0" alt="" width="245" height="188" align="left" /><img src="http://farm3.static.flickr.com/2150/2197465482_64abf8b79d.jpg?v=0" alt="" width="245" height="188" align="top" /></p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2003/2197465484_5dd878d53b.jpg?v=0" alt="" width="245" height="188" align="left" /><img src="http://farm3.static.flickr.com/2204/2197465490_5216f01d1d.jpg?v=0" alt="" width="245" height="188" align="top" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2006/2197465494_c8a9c5ccf1.jpg?v=0" alt="" width="245" height="188" align="left" /><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00043.jpg" alt="" width="245" height="188" align="top" /></p>
<p><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00062.jpg" alt="" width="245" height="188" align="left" /><img src="http://localhost/jatibunder/images/kegiatan_luar/dsc00064.jpg" alt="" width="245" height="188" align="top" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=41</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dalam Kenangan</title>
		<link>http://www.anakteladan.org/?p=39</link>
		<comments>http://www.anakteladan.org/?p=39#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.anakteladan.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Foto No : 1. Ramah Tamah dengan Pengajar, bak menemukan perhatian &#38; kasih sayang yang hilang 2. Senyumnya tak seindah realitas kehidupanya 3. &#38; 5. Suasana rumah mereka, disanalah ia berteduh dari panas &#38; hujan 4. &#38; 6 Semangatnya untuk terus belajar membuat mereka nyaman dengan hadirnya Yayasan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/dalam_kenangan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-130" title="dalam_kenangan" src="http://www.anakteladan.org/wp-content/uploads/2010/08/dalam_kenangan.jpg" alt="" width="640" height="360" /></a></p>
<p>Foto No :</p>
<p>1. Ramah Tamah dengan Pengajar, bak menemukan perhatian &amp; kasih sayang yang hilang<br />
2. Senyumnya tak seindah realitas kehidupanya<br />
3. &amp; 5. Suasana rumah mereka, disanalah ia berteduh dari panas &amp; hujan<br />
4. &amp; 6 Semangatnya untuk terus belajar membuat mereka nyaman dengan hadirnya Yayasan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.anakteladan.org/?feed=rss2&amp;p=39</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
