Secercah Harapan

April 7, 2009

by Nasrullah

Kaget!, begitulah mungkin ketika pertama kali saya datang (sekitar tahun 2003) ke pondok belajar yang dikelola oleh Yayasan Anak Teladan. Yayasan itu sendiri dibidani oleh teman-teman saya yang justru keseharian mereka berada di kantor (tepatnya sebagai karyawan indosat pusat). Luar biasa! itulah yang saya katakan kepada mereka, yang begitu peduli terhadap perkembangan anak-anak yang kesehariannya hidup dibantaran kereta atau di pinggiran sungai ciliwung yang membelah antara Kebon Melati dengan Petamburan, Tanah Abang Jakarta Pusat.

Kehidupan yang keras, kebisingan mesin kereta listrik, tempat bernaung yang tidak begitu leluasa dan nyaman serta padatnya tempat tinggal antara yang satu dengan yang lainnya, begitulah keseharian mereka. Tetapi walau seperti itu, serasa begitu menikmati kehidupan yang memang telah ditakdirkan. Seraut wajah yang penuh semangat, walau hanya semangat untuk sekedar bertahan hidup.

Belajar dirumah? rasanya sesuatu yang luar biasa jika mereka bisa melakukan hal itu. Pernah suatu ketika saya mengunjungi rumah salah seorang diantara mereka, saya katakan “kok kamu ga belajar dirumah?.” “gimana mau belajar pak!, setiap mau belajar keganggu sama kerera lewat!, belon orang-orang sekitar sini kalo ngomong pada kenceng-kenceng! berisik! huh! gak enak deh..! begitu seloroh mereka dengan gaya bahasanya. Saya cuma terdiam…

Kehadiran Yayasan ini, memang sedikit membantu ditengah kekurangan atau kekosongan pasokan yang memang harus diberikan orang tua untuk kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Tidak besar memang, namun setidaknya ada diantara anak-anak mereka mengaduh keluh kesah tentang aktifitas di sekolahnya atau sekedar untuk curhat selepas keletihan dan kepenatan aktifitas sehari-hari. Ya, kehadiran Yayasan ini seperti orang tua mereka yang kedua.

Sehari-hari, kami berinteraksi dengan mereka (dimusholla sekitar) ketika kami selepas kerja yaitu sekitar jam 4 sore sampai jam 8 malam. Memang cukup singkat, tetapi itulah yang bisa kami lakukan sampai saat ini. Tidak optimal, begitulah pikir saya, diwaktu yang hanya 4 jam dari senin s/d jum’at, apa yang bisa dicapai oleh mereka? Tetapi itulah keseharian yang bisa kami lakukan, sehingga diwaktu yang cukup terbatas tersebut kami manfaatkan untuk sekedar agar mereka bisa baca-tulis Al-Qur’an, bacaan dalam sholat dan doa-doa harian.

Ada sebuah impian bagi saya pribadi dan mungkin juga menjadi sebuah impian pula bagi mereka, bahwa kehadiran Yayasan ini tidak sekedar membekali mereka dengan ilmu atau nilai-nilai agama, namun juga dibekali ketrampilan yang cukup, agar ketika mereka besar kelak bisa bersaing dengan siapapun. Terlebih saat ini yang memang sudah memasuki era globalisasi, semua bisa cepat diterima dan dipelajari, ketika bisa menguasai Iptek, ketika semua informasi dan komunikasi bisa kuasai. Siapa yang bisa menguasai informasi, maka ia bisa menggenggam dunia, begitulah kira-kira kata pepatah.

Dan, tentunya keterampilan-keterampilan lainnya yang perlu dibekali. Yang mengarahkan mereka, bahwa mereka belajar dimanapun, bukanlah untuk menjadi atau mengharapkan adanya lapangan pekerjaan yang dapat menampung mereka, yang memang bisa mengubah nasib hidup mereka, tetapi justru dengan keterampilan tersebut yang mereka kuasai, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi diri mereka sendiri juga orang lain.

Itulah sebuah harapan… itulah sebuah impian…. Itu semua bisa kita wujudkan, bila diantara kita ada kepedulian terhadap masa depan mereka….

Ya, peduli untuk kehidupan yang lebih berarti….

4 Comments

  • uchie says:

    asslmkm semua…. saya tertarik sm yayasan ini, bgmn klw mau gabung dgn yayasan ini? sblmnya saya sometimes jd volunteer di yayasan anak2 jg di jakarta.. mungkin saya bs membantu sedikt dgn ilmu saya. atau saya mungkin bs meringkan beban sedikit pula dgn mengajak beberapa games dgn anak2 di yayasan ini…terimakasih…saya tgg kabarnya..

  • kaka says:

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.

    Saya senang sekali bisa membaca postingan ini.
    selanjut nya saya ingin bisa membantu dengan menyisihkan rejeki saya untuk keberlangsungan kegiatan Yayasan Anak Teladan.
    Mohon info kemana bisa saya transfer.

    Semoga Alloh memudahkan langkah kita untuk menolong anak-anak yang membutuhkan pertolongan & perhatian kita.

    Wassalam’alaikum Wr.Wb.

  • Lys says:

    Ass…
    Saya ingin menanyakan apakah di yayasan ini masih membuka kesempatan untuk bisa menjadi sukarelawan untuk ikut membantu anak jalan. Dan adakah kriteria tertentu untuk bisa bergabung. Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki, mungkin saya bisa menjadi bagian dari yayasan ini.

    Salam
    Lys

  • Jun says:

    Wa’alaykum salam Mbak Uchie, Mbak Lys & Mas Kaka.
    Sebelumnya atas nama Yanatel, saya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan comments yg diberikan, sekaligus mohon maaf baru bsia menjawab sekarang. Mengingat domain anakteladan.org ini sempat lama vakum dan Insya Allah akan segera diaktifkan kembali.
    Prinsipnya masih terbuka & bisa sekali mbak Uchie & mbak Lys, silahkan kita diskusikan lebih lanjut via email saja ya ke saya jnh_lagi@yahoo.com cc juga ke p’Anas di azzamuslim@gmail.com.
    Untuk mas Kaka, tafadhol jika ingin berbagi demi keberlangsungan mereka dan bagian dari fastabiqul khoirot kita, pada menu legalitas dari web ini sdh kita sebutkan alamat untuk kebutuhan Pendanaan/Donasi (BSM Kantor Kas Indosat, No-Rek : 0090097722 a/n Anak Teladan,Yayasan), termasuk info sekilas mengenai teman2 para pendiri & pengurusnya.
    Wass
    -Juni Hadi-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous Post
«
Next Post
»